Selasa, 26 April 2011

Akan turun salju di Indonesia?

Akan turun salju di Indonesia?

Pemanasan global selalu menjadi tren-topic dalam kehidupan sehari-hari. Hampir tiap hari kata “global warming” selalu hadir dalam hidupku, hehe, mirip potongan kalimat gombal buat sang kekasih. Mungkin karena itulah kata ini sering diplestkan sebagai “gombal warning”. Kebanyakan dari kita pula, menanggap bahwa pesan dunia akan dampak negatif dari pemanasan global hanyalah sebuah pesan gombal belaka.
Jika Anda termasuk golongan yang menerjemahkan bahwa “global warming” = “gombal warning” maka Anda pernah sejalan dengan saya. Yah, saya juga termasuk pengagum teori bahwa isu pemanasan global hanyalah senjata rahasia negara-negara maju untuk menekan laju pertumbuhan ekonomi negara-negara hijau (berkembang dan punya banyak hutan, seperti Indonesia dan Brazil). Kenapa menekan? Sebab mereka selalu memberi tekanan bagi negara berkembang untuk menurangi tingkat emisi karbonnya. Padahal menurut saya, dulunya juga khan mereka yang merusak alam duluan. Jadi teringat dengan pelajaran sejarah akan revolusi industri di Eropa, hehe.
Dampak dari pemanasan global ini ternyata bukannlah isapan jempol belaka. Kejadian perubahan cuaca di Australia baru – baru ini (Desember 2010) sungguh terbilang super duper sangat amat aneh. Keanehan ini terjadi di negara bagian Australia yang notabene cukup dekat dengan garis khatulistiwa. Daerah ini telah dilanja badai salju yang sangat ekstrim (wah, bisa-bisa Indonesia ketularan salju nieh, hehe). Bagi kalangan publik dan pengamat setempat, perubahan cuaca ini terbilang tak biasa. Sejumlah wilayah di Australia, seperti di New South Wales dan Victoria, umumnya menikmati musim panas di akhir tahun. Biasanya, suhu pada akhir Desember sekitar 30 derajat celsius. Tahun ini, suhu bisa mencapai hampir nol derajat celcius, dengan hujan salju. Di wilayah New South Wales dan Victoria, salju turun pada Minggu, 19 Desember 2010, setebal 10 sampai 30 sentimeter (infonya dari om gugel).
Wah…. gawat nieh, bayangkan aja, suhu normal biasanya 30 derajat pada tahun-tahun sebelumnya tiba menjadi nol derajat celcius pada putaran waktu yang sama, yaitu akhir tahun. Mungkin kebanyakan orang merasa acuh dengan informasi ini, tapi pakar lingkungan dunia, merasakan ketakutan yang luar biasa. Aku saja ngeri membayangkannya. Aku membayangkan hari ini aku masih bisa berjemur di suhu 32 derajat celcius di Kota Manado, namun tahun depan Kota Manado telah menjadi kota bersalju dengan suhu 2 derajat celcius. Wuih… ngeri membayangkannya.
Hummm… mulailah sadar akan efek dari pemanasan global ini. Mau tidak mau, mereka terus mengintai kehancuran umat manusia. Moga ramalan 2012 hanyalah isapan jempol, hehe. Khan udah dekat 2011 nieh, dengan perubahan iklim se-ektrim kayak gini, sangat amat mungkin bahwa gambaran kehancuran bumi pada tahun 2012 itu benar-benar terjadi. Semoga tidak…. Mama Lauren, ramalanmu semoga salah. Amin…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar